Thursday, 6 February 2014

Jual Beli di Internet Bakal Diatur Lebih Ketat

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengusulkan sejumlah peraturan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Perdagangan yang akan mengatur tata tertib untuk pelaku usaha perdagangan melalui internet (e-commerce).

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina, mengatakan pelaku usaha di internet nantinya harus memiliki unsur legalitas dan teridentifikasi.

Pelaku perdagangan di internet dibagi menjadi dua, yakni pelaku usaha yang menyediakan atau menyelenggarakan aktivitas perdagangan melalui ranah elektronik atau internet.

“Pelaku usaha itu seperti situs-situs yang memilki fitur bagi pengunjungnya untuk menjual barang dan jasa,” kata Srie di Jakarta, Rabu (29/1/14).

Kemudian, pelaku usaha lainnya adalah “merchant” atau penjual barang atau jasa yang menggunakan layanan penyelanggaran perdagangan di internet.

Dia menambahkan, layanan penyelenggaraan aktivitas perdagangan yang digunakan oleh panjual itu nantinya harus memiliki izin.

Sembari menunggu RUU Perdagangan disahkan, Srie mengatakan rancangan peraturan tersebut sudah diformulasikan dalam peraturan pemerintah. Kemudian, ihwal perdagangan melalui internet ini, akan lebih rinci lagi diatur dalam peraturan Menteri Perdagangan.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dalam kesempatan terpisah, mengatakan hingga kini pihaknya mencatat jumlah transaksi di perdagangan melalui internet cukup besar. Ironisnya, belum ada regulasi yang mengatur tata tertib tentang perdagangan melalui ranah internet, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidak-adilan dalam berbisnis.

“Sekarang online tidak diatur, padahal persaingannya dahsyat. Misalnya kalau memasang iklan di website kan harus bayar pajak, tapi jika di facebook tidak. Nanti ini akan diatur,” ujar Gita.

Forum Anak Depok Minta Bus Sekolah dan Sarpras Terminal Ditingkatkan

Forum Anak Depok meminta diadakanya bus sekolah dan juga peningkatan sarana dan prasarana di Terminal Depok. Hal itu disampaikan perwakilan Forum Anak Depok, Abdurrahman pada rapat forum Organisasi Daerah (OPD) yang di gelar di Kecamatan Sukmajaya, Selasa (4/2/14).

“Kota Layak Anak, kami menginginkan pengadaan bus sekolah, karena saya lihat di kota-kota lain ada bus sekolah tapi di Depok tidak ada,” kata Abdurrahman Hambali di sela rapat forum OPD Kecamatan Sukmajaya.

Selain itu juga, Abdurrahman menambahkan, agar Pemerintah juga meningkatkan sarana dan prasarana terminal, mengingat sarana dan prasarana (Sarpras) yang ada sekarang sudah tidak baik lagi kondisinya.

“Juga pengadaan halte, karena saya lihat, sekarang ini halte disini masih terlihat sangat jarang,” tambah siswa kelas 2 SMP 4 tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Abdurrahman menuturkan, untuk membuat taman bermain gratis disertai pengamanan, dan jangan hanya ada ayunan dan taman saja, akan tetapi juga perlu di buat jogging track.

“Perlu juga disediakan tempat wisata dengan biaya murah, membuat jalan alternatif dan pelebaran jalan, serta memperkecil tarif angkutan. Karena biasanya supir-supir suka getok harga, seperti contoh kadang jika kita naik berjarak dekat itu dikenakan biaya Rp 2500 dan jika jarak yang lebih dari itu harganya juga suka sama,” pungkasnya.

Pemkot Depok Beri Beasiswa Sarjana Kepada 16 Siswa

Pemerintah Kota Depok  menyalurkan bantuan sosial beasiswa program sarjana bagi mahasiswa yang berasal dari Kota Depok pada Universitas Padjajaran (Unpad) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun anggaran 2013, di Aula Lantai 5 Balaikota Depok, Kamis (06/2/14).

Sebanyak 16 siswa secara langsung menerima tanda terima bantuan beasiswa secara simbolis oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila.

“Sebanyak 16 anak ini merupakan lulusan SMA yang sedang kami kuliahkan di dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun anggaran 2013. Total bantuan yang diberikan sebanyak Rp 551 juta 230 ribu dengan rincian biaya kuliah, biaya hidup dan uang untuk membeli buku,” ujar Nur Mahmudi.

Nur Mahmudi menambahkan, untuk tahun 2014/2015 pihak Pemkot Depok menargetkan sekitar 100 pelajar Depok untuk dikuliahkan di enam PTN, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta dua Perguruan Tinggi Swasta yaitu Universitas Pancasila (UP) dan Universitas Gunadarma.

“Syaratnya adalah mereka harus berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu. Untuk kriteria tidak mampu, kami mengacu kepada kriteria yang diterapkan Jamkesda,” ujarnya.

Untuk para penerima beasiswa, Nur Mahmudi menjelaskan bahwa tidak ada ikatan dinas, tapi beliau menghimbau jika mereka tertarik untuk menjadi PNS di Pemkot Depok dipersilahkan melamar, karena pihak Pemkot juga senang jika warga asli Depok yang berprestasi dapat menjadi aparatur di kota kelahirannya.

 
Design by Arie Widianto | Support by Go Blog - Competition | Politeknik LP3I Depok