Thursday, 23 January 2014

Walikota Depok Minta Tiap RW Punya Taman

Guna mewjudkan salah satu sarana Kota Layak Anak (KLA),  Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail berharap setiap RW di Kota Depok memiliki taman sebagai salah satu tempat anak bermain.

“Terkait komitmen kita akan Kota Layak anak, harus ada taman tingkat RW, di setiap kelurahan,” kata Walikota pada kegiatan Musrenbang Kecamatan Cinere, Selasa (21/1/14)

Pada kesempatan tersebut, Walikota juga mengajak masyarakat untuk menanam pohon, untuk penghijauan dan sebagai paru-paru kota.

“Teruslah menanam demi hijaunya bumi kita, anak-anak minimal 1 pohon, guru 3 pohon, PNS, TNI dan Polri 3 pohon. Tanam pohon sebanyak banyaknya, dan sharing ke sosial media, agar dapat ditiru oleh masyarakat lainnya,” ajak Walikota.

Ia juga terus mengingatkan masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, karena ada denda 50 juta bagi yang membuang sampah sembarangan, dan atau kurungan penjara 3 bulan.

Usai membuka Musrenbang, Walikota secara simbolis menerima bantuan dana dan sejumlah bantuan logistik, pangan dan pakaian dari UPT Pendidikan se-Kota Depok, dan beberpa kelurahan, yang berjumlah Rp. 7.9354500.

Musrenbang tersebut dihadiri Kepala Bapeda Kota Depok  Hardiono, Camat Cinere, Distarkim, Perwakilan Tokoh Masyarakat dan LPM se-Kecamatan Cinere, Lurah se-Kecamatan Cinere, dan hadirin lainnya.

UI Rangking ke 30 Dunia Pengelolaan Lingkungan Hidup

Universitas Indonesia menempati rangking 30 dunia dalam UI greenmetric ranking of world universities 2013. UI mendapatkan skor 6,379. Namun peringkat UI tahun ini melorot dibanding tahun 2012 yang menempati rangking 25 dunia.

“Bila dilihat skor saat ini dibanding tahun lalu sama. Namun karena tahun ini diikuti 301 universitas dari 61 negara makanya peringkatnya turun. Tahun 2012 diikuti 215 universitas dari 49 negera,” kata salah satu pencetus konsep kampus hijau UI, Prof Gunawan Tjahyono di gedung rektorat UI, Jumat (17/01/14).

Menurut Prof Gunawan, pemeringkatan UI green metric itu dilandasi tifa filosofi, yakni enviroment, economic, dan equity. Ada beberapa perbaikan metodologi dan survei terus dilakukan oleh tim green metric UI. Di antaranya bobot indikator penilaian.

Terdiri dari statistik kehijauan kampus (15%), pengelolaan sampah (18%), energi dan perubahan iklim (21%), penggunaan air (10%), transportasi (18%), dan pendidikan (18%).

“Masalah kehijauan kampus memang menjadi peringatan di kampus UI. Karena banyak lahan dijadikan tempat parkir. Tapi untuk menaikkan peringkat UI nanti indikator lainnya akan ditingkatkan,” imbuhnya.

Universitas di Indonesia yang masuk 50 besar dunia, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan skor 6.363 di peringkat 32. Universitas Diponegoro dengan skor 6.172 di peringkat 47, dan Universitas Negeri Semarang dengan skor 6.165 di peringkat 48.

Peduli Bencana, Pelajar Depok Kumpulkan Dana Rp 80 Juta

Para pelajar di Kota Depok turut meringankan beban korban bencana banjir DKI Jakarta. Para pelajar Kota Depok itu berhasil menggalang dana hingga mencapai Rp 80 juta.

Dana tersebut pun disampaikan ke Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il untuk dimasukan ke rekening Depok Peduli Bencana di Bank Jabar-Banten di aula BPK, Cinere, Depok, Selasa (22/1/14).

Amelia siswa 3  SMAN 9, Cipayung, Depok menjelaskan, para siswa SMAN 9 Depok sengaja merogoh uang sakunya untuk disumbangkan bagi korban banjir.

“Ini upaya kepedulian kami dari uang jajan kami. Guru – guru mengakomodir kami menyisihkan setengah, sepertiga, lumayan Rp 1000 hingga Rp 5000, ada dua angkatan totalnya dari kami Rp 2 juta,” katanya.

Amelia menambahkan bahwa ia mengaku prihatin dengan nasib para korban banjir di posko pengungsian. Belum lagi banyak para pelajar yang tak bisa sekolah serta seluruh peralatan sekolahnya kebasahan.

“Prihatin atas musibah itu. tetapi warga juga harus benerin sikapnya dulu, sampah dimana – mana, sebagian besar mal dan perusahaan, sehingga kurang resapan,” tandasnya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengapresiasi peran guru dan Dinas Pendidikan yang mendorong para siswa.

“Atas nama pemkot kami prihatin dengan musibah banjir, angin ribut, erupsi, bukan hanya di Indonesia, tapi di Prancis juga banjir. Satlak Penanggulangan Banjir kami bentuk Depok peduli bencana nasional, salah satunya dari anak – anak pelajar ini,” paparnya.

Pelajar Depok Peduli Bencana Nasional

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila mengatakan, pelajar t
ingkat SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kota Depok  melakukan penggalangan dana untuk korban bencana banjir di DKi Jakarta, gerakan siswa itu bagian dari “Depok Peduli Bencana Nasional”.

“Siswa-siswi SD, SMP, SMA, dan SMK minggu ini, lakukan penggalangan dana untuk diberikan kepada korban banjir sebagai bagian dari program Depok Peduli Bencana Nasional,” katanya kepada depoknews.com, Rabu (22/1/14).

Dikatakan Herry, kegiatan siswa itu merupakan bagian dari implementasi kurikulum 2013, hal itu untuk mewujudkan sikap berlaku peduli dan baik kepada setiap orang.

“Total akhirnya masih dikompilasi, tapi yang jelas sudah terkumpul lebih dari 100 juta, barangnya ada yang berupa beras, susu, telor, dan pakaian layak pakai, serta selimut,” tuturnya.

Dana tersebut pun disampaikan ke Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il untuk dimasukan ke rekening Depok Peduli Bencana di Bank Jabar-Banten di aula BPK, Cinere, Depok dan akan didistribusikan hingga luar Kota Depok.

Depok Peduli Bencana, Dana Terkumpul Capai Rp 200 Juta

Penggalangan dana terhadap korban bencana terus mengalir. Kali ini giliran PKK Kota Depok yang melakukan penggalangan dana.

Tercatat dana yang terkumpul Rp 47,2 juta, Dana tersebut diberikan PKK Kota Depok Rp 2 juta,  UPT TK SD Tapos Rp 18 juta, UPT Panmas Rp 12 juta, UPT Cimanggis Rp 6 juta, UPT Cilodong Rp 7 juta dan siswa SMAN 6 Depok Rp 2,6 juta. Hingga Rabu (23/1/14) dana yang terkumpul untuk korban bencana itu Rp 200 juta.

“Penggalangan dana melalui program Depok Peduli Bencana telah terkumpul Rp 200 juta. Penggalangan dana akan terus berjalan hingga 17 Februari,” kata Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il di Balai Kota Depok. 

Menurut Nur Mahmudi, selain uang, terkumpul juga pakaian bekas pakai yang diberikan para pelajar Kota Depok. Kemudian beras jagung seberat dua kwintal.
 
“Momentum ini membuat masyarakat Depok tergerak untuk membantu para korban banjir. Bahkan tadi secara spontan ibu-ibu PKK menggelar penggalangan dana,” imbuhnya.
Nur Mahmudi menjelaskan, atas terkumpulnya dana tersebut membuat pihaknya menginventarisir titik lokasi bencana yang akan akan diberikan bantuan. Baik itu korban bencana banjir di DKI Jakarta, Manado dan korban letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Selain itu mendata kebutuhan sarana pendidikan yang diperlukan. Misalnya membantu renovasi gedung sekolah.

“Untuk bantuan beras jagung ke korban banjir di DKI Jakarta kami akan berkolaborasi dengan relawan. Apakah beras jagung itu diberikan mentah atau dimasak di Depok. Nampaknya agar tidak repot di masak di Depok,” paparnya.

Polantas Depok Bantu Korban Banjir

Anggota Satuan Polisi Lalulintas Polresta Depok turut membantu para korban banjir di Depok. Terlihat para anggota Satlantas itu membantu warga Perumahan Taman Duta, Sukmajaya, Depok melintasi jalan yang kebanjiran.

Kanit Dikyasa Polresta Depok, AKP Riona Herika mengatakan, ada lima anggotanya yang membantu kesulitan warga Pondok Duta.

“Kami lakukan aksi kemanusiaan dengan membantu warga yang rumahnya terkena banjir. Banjir di Taman Duta ini hampir mencapi 70 cm,” kata Riona yang didampingi Perwira Staf Dikyasa Iptu Sunarto.

Sementara itu, Aiptu Ponco Budiyanto menambahkan, dilokasi banjir dilakukan juga pengalihan arus lalu lintas, khususnya arus yang menuju perumahan Taman Duta. Seperti dari Jalan Perum Pelni dialihkan ke Jalan Kramat mengarah ke Jalan Juanda. Demikian juga sebaliknya. Selain itu, anggota juga membantu masyarakat yang melintasi di area banjir.

“Kami antarkan anak-anak sekolah yang rumahnya terkena banjir, kita tuntun dan kalau perlu digendong,” tuturnya.

Perwira staf Dikyasa Iptu Sunarto mengatakan, selain membantu masyarakat di area banjir, pihaknya juga melakukan pendataan titik-titik banjir di seluruh Kota Depok. Seperti di Perumahan Taman Duta, perumahan Cimanggis Country, dan wilayah Sukamaju Baru.

“Polresta Depok juga menggelar pengobatan gratis bagi warga banjir yang diadakan Urdokkes Polres Depok,” paparnya.

Warga RW 14 Sutani Tapos Minta Dibuatkan Taman Bermain

Warga RW 14 Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok meminta Pemkot Depok membuatkan taman bermain. Hal itu diminta agar tumbuh kembang anak RW14 menjadi lebih baik.

“Warga sudah menyiapkan dan meratakan lahannya. Tinggal dibangun. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kami meminta Pemkot untuk membangun sarana bermain anak diatas lahan itu,” kata Santoso (40) warga setempat, Kamis (23/1/14).

Ketua Pansus Peraturan Daerah (Perda) Kota Layak Anak Jeanne N Tedja menyatakan bahwa keinginan warga tersebut membuktikan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya menyiapkan sarana dan prasarana untuk anak bermain. Tujuannya untuk memenuhi hak-hak anak yang salah satunya adalah hak bermain. Dengan bermain, maka anak akan dilatih motoriknya.

“Melatih gerak motorik dan juga bermain terbukti melatih koordinasi dan ketrampilan. Ini yang harus dipahami setiap orang tua dan keluarga. Bermain juga melatih anak untuk bisa bekerja sama dalam kelompok,” imbuhnya.

Jeanne menambahkan bahwa keterampilan ini akan menjadikan mereka sumber daya manusia yang handal dan unggul dimasa depan.

“Inisiatif warga seperti ini juga menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan menuju Kota Layak Anak bisa dilakukan secara bottom up, yaitu melalui usulan warga,” tandasnya.

Mulai 2014, Warga Depok Dapat Layanan Wifi Gratis

MARGONDA -- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Depok segera akan merampungkan program wifi gratis yang dicanangkannya. Program unggulan tersebut ditargetkan bisa rampung menjelang 1 Januari 2014 mendatang.

Kepala Diskominfo, Yulistiani Mochtar mengatakan, wifi gratis tersebut akan ada di sepanjang jalan Margonda Raya, kantor Bimasda, dan Jalan Gurame Depok. “Saat ini sudah ada 11 titik hotspot yang telah terpadasang. Nanti akan ditambah lagi 63 titik. Jadi disepanjang Jalan Margonda masyarakat bisa mengakses wifi gratis," paparnya baru-baru ini.

Program wifi gratis tersebut memang merupakan program dari Diskominfo sendiri untuk menjadikan warganya berintelektual dan melek teknologi. Yulis mengatakan, saat ini sudah ada di beberapa kelurahan yang menyediakan layanan wifi gratis kepada warganya. Penyedia bahkan berasal dari warga sendiri.

Layanan Wifi yang disediakan Diskominfo bisa diakses hingga 100 meter dari pusat pemancarnya. Yulis melalui petugasnya telah menginstruksikan agar pemancar hotspot tersebut dipasang di tempat-tempat strategis yang tidak terhalang oleh bangunan atau pohon, jadi jangkauannya bisa lebih luas.

“Hotspot ini untuk masyarakat. Selain itu, hotspot ini juga nantinya bisa digunakan untuk mendukung program-program yang berhubungan dengan masyarakat seperti Kelompok Informasi Masyarakat (KIM),” tambahnya.

Salah satu forum di Internet (Kaskus) pernah menempatkan Depok sebagai kota terbanyak yang mengakses layanannya. Gaya hidup anak muda di Depok sudah didominasi oleh mereka yang 'doyan' berselancar di dunia maya. Menurut survei salah satu forum di Internet (Kaskus) Jual beli online yang paling berkembangpun ditempati Depok pada posisi nomor dua se-Indonesia, setelah Yogyakarta.

Diskominfo tampaknya memanfaatkan peluang tersebut dengan mendukung minat para generasi muda Depok. Kedepannya, Yulis berharap, selain mengakses berita, warga depok juga bisa mengabarkan kejadian yang mereka lihat di portal berita Depok.

Mahasiswa UI Pamerkan Mobil Hemat BBM

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim UI Supermileage Vehicle Team (UI-SMV) meluncurkan dua mobil masa depan yang terdiri atas prototype bensin dan prototype urban concept di Fakultas Teknik UI. Mobil tersebut diklaim sebagai mobil masa depan yang hemat bahan bakar.

Pada kategori prototype bensin, tim UI-SMV melalui Nakoela Team menampilkan mobil bernama Keris RV. Sebelumnya, Keris RV telah berhasil mencetak rekor Indonesia dengan pencapaian satu liter bensin untuk 1.027 kilometer pada ajang Indonesia Energy Marathon Callange 2013 pada November 2013. Keris RV yang berbobot 45 kilogram ini memiliki kerangka mobil berbahan alumunium dengan menggunakan Internal Combution Engine serta 110 CC karburator.

Sedangkan pada prototype urban concept tim UI-SMV melalui Sadewa Team menampilkan sebuah mobil bernama Kalabia evo-4 yang memiliki best attempt result pada angka 250 kilometer per liter. Dengan bobot 90 kilogram, Kalabia Evo-4 dilengkapi sistem sekuensial injeksi dan hi-impedance injector yang memungkinkan penyemprotan bahan bakar menjadi lebih presisi baik dari segi waktu maupun jumlah sehingga menghasilkan penghematan energi yang besar.

“Kategori prototype bensin mempertandingkan kendaraan berbentuk fituristik yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar melalui elemen desai yang inovatif, kalau kategori prototype urban concept lebih memerhatikan desain konvensional roda empat yang hemat bahan bakar, semuanya jarak terjauh hemat dengan satu liter bensin,” kata Ketua Tim UI-SMV FT UI, Muhammad Fikri.

Pejabat Rektor UI Muhammad Anis menyatakan bahwa ajang tersebut merupakan sebuah perkumpulan otomotif bentukan mahasiswa UI lintas fakultas. Keduanya memiliki jarak tempuh superior yang hemat bahan bakar.

Hati-hati Mengenakan Jas Hujan Ponco Saat Hujan Deras

Saat musim penghujan seperti ini, memiliki jas hujan sudah wajib hukumnya bagi pengendara sepeda motor. Bila tidak, maka resiko kehujanan dan basah kuyub harus dihadapi oleh mereka. Namun jangan sembarangan memilih model jas hujan. Dari banyaknya model jas hujan yang ditawarkan oleh penjual, ada baiknya Anda tak memilih jas hujan model ponco.

Jas hujan model ponco memang lebih praktis dikenakan, sebab hanya berbentuk lembaran dengan lubang untuk kepala di tengah. Namun bila Anda mengenakan jas hujan ini, maka resiko tubuh Anda basah akan lebih besar. Bagian samping tubuh tak terlindungi dengan baik dari terpaan hujan.

Selain itu, saat tertiup angin maka jas hujan ini akan berkibar-kibar di belakang pemakainya, dan beresiko masuk dan tersangkut ke roda belakang. Ini bisa menyebabkan kecelakaan. Hal tersebut disarankan oleh akun Twitter TMCPoldaMetro.

Untuk menghindari kecelakaan karena pemakaian jas hujan yang tak layak, maka sebaiknya Anda memilih jenis jas hujan yang terdiri atas atasan dan bawahan. Ini bisa berupa rok dan atasan, atau celana dan atasan.

Model jas hujan 2 pieces lebih aman dan nyaman, selain juga menghindarkan Anda dari basah kuyub.

Selain itu, untuk keamanan berkendara saat musim hujan dan banjir seperti saat ini, ada baiknya Anda memilih alas kaki yang tak licin dikenakan bila terkena air. Pilihlah yang terbuat dair bahan kain tebal, misalnya sepatu olahraga, atau sandal yang berbahan kain.

Tak ada salahnya waspada sebelum terjadi hal yang tak diinginkan,

 
Design by Arie Widianto | Support by Go Blog - Competition | Politeknik LP3I Depok