Monday, 27 January 2014

Hindari Negara dari Tangan Asing, Mahasiswa Galang Petisi Kedaulatan

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia berkumpul di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Jumat (24/1/14).

Mereka berkumpul untuk kembali menegaskan pernyataan sikap (petisi) kedaulatan yang mereka gagas pada November 2013 lalu.

Fasilitator Petisi Kedaulatan, Mujtahid mengatakan, dalam tuntutannya mahasiswa berkomitmen tiga hal. Yakni pertama, berdasarkan bukti dan fakta, rakyat dan bangsa Indonesia saat ini tidak berdaulat atas kekayaan nasional Indonesia di darat, laut, dan udara.

Kedua, menuntut pemerintah  Indonesia untuk mengembalikan kekayaan nasional yang terdapat dan berada di darat, laut, dan udara kepada rakyat Indonesia dalam waktu sesegera mungkin agar rakyat dapat merasakan nikmat kemakmuran dan keadilan.

Ketiga, mempersiapkan segala hal mengenai pengembalian kedaulatan atas kekayaan nasional kepada rakyat dan bangsa Indonesia agar dilakukan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat – singkatnya melalui pemerintahan RI yang baik dan bersih. Kekayaan nasional tersebut, lanjutnya, harus dikembalikan kepada rakyat di segala sektor.

“Baik blok pertambangan, telekomunikasi, ekonomi, pride dan kebangsaan nasional, aset – aset bank nasional juga, sektor finansial harus dikelola sendiri oleh rakyat, kita ingat kasus BLBI dan Century,” katanya.

Ketua BEM Universitas Gunadarma, Anton Budikusuma mengatakan, dengan lahirnya petisi kedaulatan, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan harus mengembalikan hak rakyat. Bukan lagi modal asing yang hanya mementingkan perut golongan tetapi perut rakyat.

“Kami dari BEM Fakultas Teknologi Industri, kami dukung penuh dukung gerakan ini, apalagi 2015 kita akan berhadapan persaingan Komunitas negara Asean, mau dibawa kemana negara kita nanti, makanya mahasiswa harus jadi agen perubahan agar jadi harapan baru,” paparnya.

Asyik, Pelajar SD di Depok Bakal Dapat Seragam Gratis

Anggota DPRD Kota Depok, komisi D yang membidangi pendidikan, Aceng Toha Abdul Qodir mengatakan, Pemerintah Kota Depok bersama DPRD sudah mengalokasikan anggaran pengadaan seragam sekolah dan sepatu untuk pelajar Sekolah Dasar.

“Insya Allah pelajar SD Kota Depok nanti akan dapat seragam sekolah dan sepatu secara gratis, anggarana sudah dialokasikan, tinggal teknis pelaksanaannya bagaimana dana kapan waktunya yang harus dibicarakan lebih lanjut,” kata Aceng Toha kepada depoknews.com, Minggu (26/1/14).

Aceng Toha Abdul yang kembali dicalonkan PKS untuk maju sebagai Caleg DPRD Kota Depok untuk dapil Cisari dengan nomor urut 10 tersebut juga mengatakan, Pemkot juga sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan LKS.

“Pemkot Depok juga sudah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan LKS, jadi para orang tua murid tidak perlu membeli LKS,” tambahnya.

 
Design by Arie Widianto | Support by Go Blog - Competition | Politeknik LP3I Depok