Sunday, 19 January 2014

FISIP UI Gelar Turnamen Badminton

Dalam rangka menselaraskan dunia Pendidikan dengan dunia olahraga khususnya badminton. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, mengadakan turnamen  badminton yang bertujuk  “Fisip Open Badminton Chalenge” di Ballroom UI Depok.

Turnamen itu sendiri telah diikuti oleh berbagai tingkat pendidikan dari Kota Depok, luar daerah, bahkan sampai ke negara tetangga seperti  negara Malaysia dan juga Singapura.

Hal ini seperti yang disampaikan ketua penyelenggara turnamen, F. Yoel

“Kami telah mengundang sekolah dan Universitas dari negara Malaysia dan juga Singapura. Namun karena di negara mereka sedang ada ujian, maka mereka berhalangan untuk hadir,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, “dengan adanya turnamen ini, diharapkan ke depannya akan ada turnamen badminton tingkat pendidikan bertaraf Internasional.”

Hingga berita ini turunkan, turnamen badminton itu masih berlangsung, dan akan berakhir seminggu kedepan.


Depok Fantasi Water Park

Meriahkan waktu santai anda bersama keluarga. Kolam renang bertema 1001 malam dengan fasilitas permainan air yang lengkap membuat anda dan keluarga menikmati saat yang menyenangkan di Depok Fantasi.

Depok Fantasi Waterpark, menjadi icon  hiburan kota Depok, dilengkapi dengan fasilitas - fasilitas seperti locker khusus, penyewaan peralatan renang, dan  tempat bilas yang bersih.

Selain itu, dengan wahana - wahana air yang seru makin menjadikan keceriaan bersama keluarga Anda. Wahana seluncur air dengan berbagai ukuran dan variasinya. Water Splash Meriahkan waktu santai anda bersama keluarga. Kolam renang bertema 1001 malam dengan fasilitas permainan air yang lengkap membuat anda dan keluarga menikmati saat yang menyenangkan di Depok Fantasi Water Park.

Lokasi 

MASJID KUBAH MAS DEPOK

Masjid Dian Al Mahri ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 dan bertepatan dengan pelaksanaan sholat Idul Adha 1427 H oleh pendirinya Ibu Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid dan juga Bapak Drs H. Maimun Al Rasyid. Masjid ini disebut juga dengan nama Masjid Kubah Emas, sesuai dengan ciri khasnya yaitu terdapat pada kubahnya yang berlapiskan emas.

Masjid ini memang memakai unsur material logam emas dengan 3 teknik pemasangan :
  1. Pertama, serbuk-serbuk emas (prada) yang terpasang pada mahkota/pilar.
  2. Kedua gold plating yang berada pada lampu gantung, ralling tangga mezanin, pagar mezanin, ornament kaligrafi yang berisi kalimat tasbih pada pucuk langit-langit kubah dan ornament dekoratif diatas mimbar mihrab.
  3. Ketiga gold mozaik solid yang berada pada kubah utama serta kubah menara.
Masjid yang memiliki luas 8000m2 ini di bangun diatas tanah seluas 70 Hektar, dan juga merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan yang terpadu dan diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri. Kawasan masjid ini juga sering disebut sebagai sebuah kawasan masjid yang termegah di Asia Tenggara. Masjid ini mampu untuk menampung sekitar 15.000 jamaah untuk pelaksanaan sholat dan juga sekitar 20.000 jamaah untuk pelaksanaan majelis taklim.

Ruang utama dari masjid ini berukuran 45×57 meter yang dapat menampung 8.000 jamaah. Masjid ini memiliki 6 minaret yang berbentuk segi enam dan tingginya masing-masing 40 meter. Ke 6 minaret ini dibalut dengan granit berwarna abu-abu yang berasal dari itali dengan ornamen yang melingkar. Pada puncak minaret terdapat sebuah kubah yang berlapiskan mozaik emas 24 karat.

Kubah masjid ini mengacu pada kubah yang digunakan di masjid-masjid dari Persia dan India yang dibalut dengan mozaik berlapiskan emas 24 karat yang materialnya didatangkan langsung dari Itali. Pada langit-langit nya kubah terdapat sebuah lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu sholat. Hal ini mungkin menggunakan sebuah teknologi tata cahaya yang memang diprogram dengan bantuan komputer.

Kawasan Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri ini di dalam perkembangannya sudah menjelma sebagai salah satu tujuan wisata religi umat islam. Kawasan Masjid ini pada setiap akhir pekan dan hari libur banyak dikunjungi yang tidak kurang dari sekitar 50.000 jama`ah.

Musim Liburan Datang, Bisnis Rental Mobil Laris Manis

Menghadapi liburan sekolah sekaligus libur Natal dan Tahun Baru menjadikan bisnis penyewaan mobil laris manis bak kacang goreng.

Seperti yang dialamai  Satrio Rent Car, sebuah usaha penyewaan mobil yang beralamat di Jalan Gandaria 1 RT 06. RW.06 no 79  Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung, Depok. Usaha rental mobil itu mengalami peningkatan pesanan lebih dari seratus persen dibanding hari biasa.

“Dalam liburan ini masyarakat yang menyewa mobil pada kami mengalami peningkatan yang besar, kalau hari biasa dalam satu minggu sekitar 3 kali mobil-mobil kami tersewa, namun pada liburan ini satu minggu full,  mobil tersewa,” kata pengelola Satrio Rent Car.

Dikatakan Wirawan, mobil yang paling banyak diminati penyewa yakni mobil keluarga seperti Xenia, Avanza,dan Apv. Menurutnya, biasanya customer menyewa untuk acara rekreasi, silaturahmi, seminar,  mudik dan sebagainya.

Untuk  memberi kemudahan pada Guru dalam mengisi liburan sekolah Satrio Rent Car memberikan harga khusus  cukup dengan  Rp 250.000 untuk sewa  sedangkan masyarakat umum  dengan harga Rp.300.000  sampai Rp 350.000  sesuai jarak tempuhnya.

“Satrio Rent Car juga menyisihkan sebagian omsetnya untuk membantu anak yatim atau kaum duafa, sehingga bagi penyewa sekaligus  sudah berinfak,” jelas Wirawan.

Dagang di Depok Lebih Aman Ketimbang di Jakarta

Masalah keamanan di Kota Depok nampaknya berpengaruh pada minat para pedagang dari luar daerah untuk berdagang di Kota Depok. Hal itu di rasakan pedagang Warteg di jalan Margonda, Supiono dan juga pemilik Warteg, Ngatio di antara jalan Sukmajaya. Ke dua pemilik warung tersebut mengaku lebih aman berjualan di Depok ketimbang di Jakarta.

“Wah, lebih aman disini lah mas, kalau di Kebayoran baru, banyak preman-premannya, udah gitu pada mabuk-mabuk lagi, makanya saya pindah kesini, dan disini kebetulan yang punya tempatnya pak RT,” kata Ngatio dengan aksen tegalnya kepada depoknews.com, Kamis (9/1/14).

Ketika ditanya agar memiliki KTP Depok, Ngatio mengatakan masih pikir-pikir dulu,” Ya saya sih disuruh pak Rt buat KTP sini, tapi nanti saya tidak diaku lagi di kampung, ” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan pemilik warung, Supiono di jalan Margonda depan kantor BCA.

“Saya lebih baik dagang disini ketimbang di Priuk, kalau di Priuk, wueh ngeri saya terlalu banyak premannya,” kata Supiono. (har/dn)

 
Design by Arie Widianto | Support by Go Blog - Competition | Politeknik LP3I Depok